Syncroma Fest 2026,Inovasi Mahasiswa Fikom Unitomo Satukan Musik Indie dan Edukasi Kopi
SURABAYA | LENSA NEWS – Kreativitas mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo (Fikom Unitomo) kembali mencuri perhatian publik Surabaya. Lewat gelaran bertajuk “Syncroma Fest: Coffee and Music Fest” yang berlangsung di Atrium Lantai G Marvel City Mall.
Mereka berhasil menyajikan kolaborasi apik antara panggung musik dan edukasi industri kopi dalam satu arena.
Tidak sekadar menyuguhkan hiburan, acara ini dirancang dengan konsep Series of Event yang menekankan interaksi dua arah. Atmosfer venue terasa hidup berkat hadirnya segmen khusus Manual Brew.
“Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa komunikasi tidak hanya jago teori, tetapi juga mampu mengeksekusi event publik yang profesional”.
Diarea ini, pengunjung diajak menyelami seni penyeduhan kopi secara langsung, menegaskan bahwa kultur ngopi kini bukan sekadar tren, melainkan bagian tak terpisahkan dari gaya hidup kaum urban Kota Pahlawan.
Ketua Pelaksana Syncroma Fest, anjas bagus, menjelaskan bahwa acara ini merupakan manifestasi dari semangat mahasiswa untuk membawa suasana akademik keluar dari dinding kampus dan melebur dengan industri kreatif yang sesungguhnya.
“Melalui Syncroma Fest, kami mencoba ‘menggabungkan’ dua elemen yang paling dekat dengan anak muda, yaitu musik dan kopi, menjadi sebuah wadah edukasi yang menghibur. Harapannya ini bisa menjadi ruang temu yang inspiratif bagi komunitas kreatif di Surabaya,” ujar penyelenggara di sela-sela acara.
Penikmat musik indie dimanjakan oleh penampilan enerjik dari Dandelions yang sukses membakar semangat penonton. Suasana kemudian mencair menjadi lebih syahdu lewat kolaborasi spesial antara The Marsoedi x Rizka Nadiyah, yang tampil memukau.
Kesuksesan Syncroma Fest 2026 menjadi bukti sahih bahwa sinergi antara kreativitas mahasiswa, pegiat industri musik, dan komunitas kopi mampu menciptakan sebuah ekosistem acara yang berkualitas.
Inisiatifmahasiswa Fikom Unitomo ini mendapat apresiasi luas karena dinilai berhasil mengemas tugas kuliah menjadi sajian festival yang layak dinikmati masyarakat umum.
