NewsSoft News

Eksistensi Kampung Ketandan Budaya dan Wisata di Jantung Kota Surabaya

SURABAYA | LENSA NEWS– Di tengah pesatnya laju modernisasi dan hiruk-pikuk kawasan bisnis Jalan Tunjungan, Kampung Ketandan tetap berdiri kokoh sebagai penjaga identitas kultural Kota Surabaya.

Dikenalsebagai salah satu pemukiman tertua, kampung ini menawarkan anomali unik berupa kelestarian budaya gotong royong di tengah belantara beton perkotaan.

Meskipun terletak tepat di pusat kota, Kampung Ketandan berhasil mempertahankan atmosfer “kampung” yang guyub dan hangat.

Hal ini menjadi pembeda utama Ketandan dengan kawasan pemukiman urban lainnya yang cenderung individualis.

Pelestarian nilai-nilai sosial ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan rutin yang digelar warga untuk mempererat tali silaturahmi.

Sofi, salah satu anggota Karang Werda Kampung Ketandan, menjelaskan bahwa predikat “Kampung Budaya” yang melekat pada wilayah ini bukan sekadar label administratif, melainkan representasi dari perilaku sosial warganya.

“Dinamakan Kampung Budaya, karena di sini yang dilihat adalah budaya gotong royongnya dan budaya kampung yang masih ada. Mengingat ini adalah kampung di tengah kota, keguyuban warga yang masih terjaga itulah yang menjadi dasarnya,” ungkap Sofi.

Eksistensi Kampung Ketandan kini tidak hanya sekadar tempat tinggal, melainkan telah bertransformasi menjadi ruang hidup bagi seni dan budaya.

Keberadaannya menjadi bukti bahwa kearifan lokal dan semangat kebersamaan masih memiliki tempat yang relevan, bahkan di tengah kemajuan kota metropolitan sebesar Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with