Polda Jatim Jemput Ketua BEM Unair, Alat Komunikasi Sempat Diamankan
SURABAYA | LENSA NEWS – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair), M. Rizqi Senja Wirawan, dijemput aparat Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur pada Senin (19/10/2026). Ia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 1×24 jam dan dibebaskan pada Selasa (20/10/2026) pagi.
Berdasarkan keterangan BEM Unair, Rizqi dijemput sekitar pukul 07.00 WIB di kediamannya. BEM Unair menyebut penjemputan itu berkaitan dengan aktivitas Rizqi mengelola salah satu media kolektif masyarakat. Media tersebut memuat kritik terhadap kebijakan pemerintah dan informasi mengenai agenda demonstrasi di Surabaya.
Setelah dijemput, alat komunikasi Rizqi turut diamankan. Akibatnya, selama menjalani pemeriksaan ia tidak dapat menghubungi keluarga maupun orang terdekat. Pemeriksaan di Polda Jatim juga mencakup alat komunikasi tersebut.
Rizqi akhirnya dibebaskan pada Selasa pagi, dan alat komunikasinya dikembalikan.
Pada hari yang sama, ia menghadiri undangan silaturahmi BEM se-Jawa Timur bersama Kapolda Jawa Timur. Menurut BEM Unair, Rizqi tetap datang ke acara itu untuk mencegah timbulnya kekhawatiran dan masalah lanjutan.
Seusai acara, Rizqi pulang untuk beristirahat. Ia kemudian mengikuti konsolidasi gerakan mahasiswa di Kampus B Unair. Konsolidasi itu digelar untuk mempersiapkan demonstrasi menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Keduanya dilantik pada 20 Oktober 2024.
Latar Belakang
Rizqi bukan nama baru dalam gerakan mahasiswa di Jawa Timur. Pada Februari 2026, ia menjadi koordinator aksi Aliansi BEM SI Jatim di depan Gedung DPRD Jatim, dan menyatakan kekecewaan karena Ketua DPRD dinilai tidak mau mendengarkan massa aksi. Pada Juni 2026, ia juga menyampaikan rencana BEM Unair menggelar demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, dengan tuntutan antara lain menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). (suarasurabaya) (jawapos)
Belum Ada Keterangan Polisi
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Polda Jatim mengenai dasar dan alasan penjemputan tersebut. Seluruh uraian kronologi di atas bersumber dari keterangan BEM Unair.
