Perhumas BPC Surabaya Raya Goes to Unitomo, Bahas Strategi Komunikasi dalam Menghadapi Krisis Organisasi

SURABAYA | LENSA NEWS – Perhumas BPC Surabaya Raya menggelar kegiatan Goes to Campus di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) dengan mengusung tema “Mengubah Kekacauan Menjadi Kejelasan: Seni Berkomunikasi Saat Krisis Melanda Organisasi”, Senin (12/10). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa Ilmu Komunikasi (Fikom) mengenai pentingnya jurnalisme investigasi, media independensi, serta strategi humas (PR) dalam menghadapi krisis organisasi.

‎Menghadirkan dua pemateri, yakni Benny Siga Butarbutar, Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, dan Indiriani Siswati, praktisi PR di Industri Pertambangan dan Manufaktur. Mahasiswa Fikom Unitomo mengikuti acara ini bertempatan ruang Soemantri Lantai 3 Gedung A.

Dalam pemaparannya, Benny Siga Butarbutar membahas bagaimana media merespons situasi krisis melalui proses investigasi serta menyajikan informasi yang cepat, akurat, dan berdasarkan fakta. Media juga memiliki peran sebagai pengawas atau pengawas untuk pihak-pihak yang terlibat dalam suatu krisis tetap bertanggung jawab kepada publik.

Sementara itu, Indiriani Siswati menjelaskan pentingnya peran PR dalam mengelola komunikasi ketika organisasi menghadapi krisis.
‎“Seorang praktisi PR dituntut untuk bersikap sigap, tenang, transparan, serta menunjukkan empati kepada masyarakat yang terdampak. Penanganan krisis juga memerlukan koordinasi dengan jajaran direksi agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat dan sesuai dengan fakta.”

Selain itu, penyampaian pernyataan atau pernyataan awal menjadi salah satu langkah penting dalam krisis komunikasi. Pernyataan tersebut diperlukan untuk memberikan informasi awal kepada publik sekaligus mencegah kerahasiaan informasi yang berpotensi memicu spekulasi dan penyebaran hoaks.

Melalui kegiatan ini, harapannya mahasiswa dapat memahami bahwa penanganan krisis tidak hanya berkaitan dengan kecepatan menyampaikan informasi. Tetapi juga dapat menuntut akurasi, transparansi, empati, dan tanggung jawab. Sinergi antara media dan praktisi PR menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kepercayaan publik. Selain itu, membantu menghadapi situasi krisis organisasi secara profesional. (suk/ail)


‎Menghadirkan dua pemateri, yakni Benny Siga Butarbutar, Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, dan Indiriani Siswati, praktisi PR di Industri Pertambangan dan Manufaktur. Mahasiswa Fikom Unitomo mengikuti acara ini bertempatan ruang Soemantri Lantai 3 Gedung A.

Dalam pemaparannya, Benny Siga Butarbutar membahas bagaimana media merespons situasi krisis melalui proses investigasi serta menyajikan informasi yang cepat, akurat, dan berdasarkan fakta. Media juga memiliki peran sebagai pengawas atau pengawas untuk pihak-pihak yang terlibat dalam suatu krisis tetap bertanggung jawab kepada publik.

Sementara itu, Indiriani Siswati menjelaskan pentingnya peran PR dalam mengelola komunikasi ketika organisasi menghadapi krisis. ‎“Seorang praktisi PR dituntut untuk bersikap sigap, tenang, transparan, serta menunjukkan empati kepada masyarakat yang terdampak. Penanganan krisis juga memerlukan koordinasi dengan jajaran direksi agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat dan sesuai dengan fakta.”

Selain itu, penyampaian pernyataan atau pernyataan awal menjadi salah satu langkah penting dalam krisis komunikasi. Pernyataan tersebut diperlukan untuk memberikan informasi awal kepada publik sekaligus mencegah kerahasiaan informasi yang berpotensi memicu spekulasi dan penyebaran hoaks. ‎

Melalui kegiatan Perhumas BPC Surabaya Raya Goes to Campus ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami bahwa penanganan krisis tidak hanya berkaitan dengan kecepatan menyampaikan informasi, tetapi menuntut akurasi, transparansi, empati, dan tanggung jawab. Sinergi antara media dan praktisi PR menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kepercayaan publik serta membantu menghadapi situasi krisis organisasi secara profesional. (suk/ail)


SURABAYA | LENSA NEWS – Perhumas BPC Surabaya Raya menggelar kegiatan Goes to Campus di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) dengan mengusung tema “Mengubah Kekacauan Menjadi Kejelasan: Seni Berkomunikasi Saat Krisis Melanda Organisasi”, Senin (12/10). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa Ilmu Komunikasi (Fikom) mengenai pentingnya jurnalisme investigasi, media independensi, serta strategi humas (PR) dalam menghadapi krisis organisasi.

‎Menghadirkan dua pemateri, yakni Benny Siga Butarbutar, Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, dan Indiriani Siswati, praktisi PR di Industri Pertambangan dan Manufaktur. Mahasiswa Fikom Unitomo mengikuti acara ini bertempatan ruang Soemantri Lantai 3 Gedung A.

Dalam pemaparannya, Benny Siga Butarbutar membahas bagaimana media merespons situasi krisis melalui proses investigasi serta menyajikan informasi yang cepat, akurat, dan berdasarkan fakta. Media juga memiliki peran sebagai pengawas atau pengawas untuk pihak-pihak yang terlibat dalam suatu krisis tetap bertanggung jawab kepada publik.

Sementara itu, Indiriani Siswati menjelaskan pentingnya peran PR dalam mengelola komunikasi ketika organisasi menghadapi krisis.
‎“Seorang praktisi PR dituntut untuk bersikap sigap, tenang, transparan, serta menunjukkan empati kepada masyarakat yang terdampak. Penanganan krisis juga memerlukan koordinasi dengan jajaran direksi agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat dan sesuai dengan fakta.”

Selain itu, penyampaian pernyataan atau pernyataan awal menjadi salah satu langkah penting dalam krisis komunikasi. Pernyataan tersebut diperlukan untuk memberikan informasi awal kepada publik sekaligus mencegah kerahasiaan informasi yang berpotensi memicu spekulasi dan penyebaran hoaks.

Melalui kegiatan ini, harapannya mahasiswa dapat memahami bahwa penanganan krisis tidak hanya berkaitan dengan kecepatan menyampaikan informasi. Tetapi juga dapat menuntut akurasi, transparansi, empati, dan tanggung jawab. Sinergi antara media dan praktisi PR menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kepercayaan publik. Selain itu, membantu menghadapi situasi krisis organisasi secara profesional. (suk/ail)

SURABAYA | LENSA NEWS – Perhumas BPC Surabaya Raya menggelar kegiatan Goes to Campus di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) dengan mengusung tema “Mengubah Kekacauan Menjadi Kejelasan: Seni Berkomunikasi Saat Krisis Melanda Organisasi”, Senin (12/10). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa Ilmu Komunikasi (Fikom) mengenai pentingnya jurnalisme investigasi, media independensi, serta strategi humas (PR) dalam menghadapi krisis organisasi.

‎Menghadirkan dua pemateri, yakni Benny Siga Butarbutar, Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, dan Indiriani Siswati, praktisi PR di Industri Pertambangan dan Manufaktur. Mahasiswa Fikom Unitomo mengikuti acara ini bertempatan ruang Soemantri Lantai 3 Gedung A.

Dalam pemaparannya, Benny Siga Butarbutar membahas bagaimana media merespons situasi krisis melalui proses investigasi serta menyajikan informasi yang cepat, akurat, dan berdasarkan fakta. Media juga memiliki peran sebagai pengawas atau pengawas untuk pihak-pihak yang terlibat dalam suatu krisis tetap bertanggung jawab kepada publik.

Sementara itu, Indiriani Siswati menjelaskan pentingnya peran PR dalam mengelola komunikasi ketika organisasi menghadapi krisis.
‎“Seorang praktisi PR dituntut untuk bersikap sigap, tenang, transparan, serta menunjukkan empati kepada masyarakat yang terdampak. Penanganan krisis juga memerlukan koordinasi dengan jajaran direksi agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat dan sesuai dengan fakta.”

Selain itu, penyampaian pernyataan atau pernyataan awal menjadi salah satu langkah penting dalam krisis komunikasi. Pernyataan tersebut diperlukan untuk memberikan informasi awal kepada publik sekaligus mencegah kerahasiaan informasi yang berpotensi memicu spekulasi dan penyebaran hoaks.

Melalui kegiatan ini, harapannya mahasiswa dapat memahami bahwa penanganan krisis tidak hanya berkaitan dengan kecepatan menyampaikan informasi. Tetapi juga dapat menuntut akurasi, transparansi, empati, dan tanggung jawab. Sinergi antara media dan praktisi PR menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kepercayaan publik. Selain itu, membantu menghadapi situasi krisis organisasi secara profesional. (suk/ail)

Share with